Latar Belakang
Setelah berhasil menyelesaikan pengembangan BLUE Android Design System dan BLUE Android katalog, tantangan berikutnya adalah meningkatkan adoption-nya di berbagai aplikasi Android dalam ekosistem Blibli.
Meskipun fondasi design system telah tersedia dan dapat digunakan di berbagai proyek, implementasinya masih terbatas pada beberapa halaman non-prioritas atau fitur dengan tingkat risiko yang relatif rendah. Berdasarkan diskusi dengan tim Android Developer, proses adopsi pada halaman utama di berbagai aplikasi masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan bandwidth pengembangan, kekhawatiran terhadap potensi bug maupun regression, serta besarnya usaha implementasi manual dari desain ke kode aplikasi.
Di sisi lain, tim UX Engineer sebelumnya telah mengembangkan UXE Codegen, sebuah Figma plugin yang berfungsi untuk mengonversi desain Figma menjadi kode UI siap pakai. Namun, pada tahap awal, kapabilitas plugin ini masih terbatas pada kemampuan menghasilkan kode berbasis Vue untuk kebutuhan pengembangan web. Melihat potensi tersebut, dilakukan pengembangan lanjutan untuk memperluas kapabilitasnya dengan menambahkan dukungan Android berbasis Jetpack Compose pada UXE Codegen, sebagai upaya mempercepat adopsi BLUE Android Design System ke dalam proses pengembangan aplikasi.
Identifikasi Masalah
Berdasarkan kondisi implementasi BLUE Android Design System yang berjalan, ditemukan beberapa permasalahan utama yang menghambat adopsi pada berbagai aplikasi:
- Adopsi design system masih terbatas pada halaman atau fitur non-prioritas yang memiliki tingkat risiko rendah, sehingga belum digunakan secara konsisten di halaman utama aplikasi.
- Proses implementasi UI dari desain ke kode masih dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan effort yang cukup besar dari Android developer.
- Keterbatasan bandwidth pengembangan membuat prioritas implementasi design system sering tidak berada di urutan utama dibandingkan kebutuhan pengembangan fitur lainnya.
- Kekhawatiran terhadap risiko bug dan regression membuat tim lebih berhati-hati dalam mengadopsi komponen design system pada area dengan dampak tinggi.
- Belum adanya mekanisme yang dapat secara signifikan mempercepat konversi desain Figma menjadi kode Android yang siap digunakan, sekaligus memastikan kualitas kode tetap sesuai standar.
Tujuan & Sasaran
Tujuan utama dari pengembangan ini adalah mempercepat adopsi BLUE Android Design System melalui peningkatan efisiensi proses implementasi UI dari desain ke kode di berbagai project Android dalam ekosistem Blibli.
Untuk mencapai tujuan tersebut, ditetapkan beberapa sasaran utama sebagai berikut:
- Mempercepat proses konversi desain Figma menjadi kode UI Android yang siap pakai.
- Mengurangi effort Android developer dalam implementasi design system.
- Meningkatkan konsistensi implementasi UI antara desain dan aplikasi.
- Mendukung percepatan adopsi design system pada halaman utama di berbagai aplikasi.
- Menyediakan mekanisme design-to-code melalui UXE Codegen untuk mendukung workflow designer dan engineer, termasuk peningkatan kualitas hasil kode melalui AI-based code refinement.
Peran & Tanggung Jawab
Dalam project ini, saya berperan sebagai bagian dari tim UX Engineer sekaligus PIC (Person in Charge) teknis yang bertanggung jawab atas pengembangan dan perluasan kapabilitas UXE Codegen untuk mendukung platform Android.
Adapun tanggung jawab yang dilakukan meliputi:
- Menganalisis alur kerja existing pada UXE Codegen yang sebelumnya hanya mendukung platform web berbasis Vue.
- Mengembangkan kapabilitas baru pada UXE Codegen untuk mendukung proses design-to-code pada platform Android berbasis Jetpack Compose.
- Mengintegrasikan AI (Gemini) sebagai tahap post-processing untuk merapikan hasil generated code, menghapus redundansi, serta memastikan penerapan best practice Jetpack Compose.
- Mengembangkan UI dan alur kerja pada UXE Codegen untuk mendukung proses design-to-code dari Figma ke Jetpack Compose.
- Memastikan kualitas implementasi melalui code review, QA, serta iterasi berdasarkan feedback dari tim.
- Mendukung proses eksplorasi proof of concept (POC) dalam penggunaan UXE Codegen untuk mempercepat adopsi design system.
Proses & Eksekusi
Pengembangan UXE Codegen untuk Android dilakukan secara iteratif dengan fokus pada perluasan kapabilitas design-to-code dari Figma ke Jetpack Compose. Proses ini berfokus pada pembangunan alur transformasi otomatis yang dapat mengubah desain menjadi kode UI Android yang siap digunakan.
Adapun tahapan eksekusi yang dilakukan meliputi:
- Analisis alur kerja existing pada UXE Codegen yang sebelumnya hanya mendukung platform web berbasis Vue.
- Pemetaan Figma nodes ke struktur Abstract Syntax Tree (AST) untuk merepresentasikan komponen design system dan struktur layout Jetpack Compose.
- Transformasi AST menjadi kode Jetpack Compose serta konversi Figma properties menjadi design tokens melalui proses code generation.
- Pengembangan antarmuka pada Figma plugin UXE Codegen untuk mendukung proses design-to-code dari Figma ke Jetpack Compose.
- Integrasi AI (Gemini) sebagai tahap optimasi hasil generated code untuk mengurangi redundansi, merapikan struktur kode, dan memastikan penerapan best practice Jetpack Compose.
- Melakukan code review dan QA untuk memastikan kesesuaian implementasi terhadap desain yang telah ditentukan.
- Melakukan iterasi terhadap hasil implementasi untuk meningkatkan akurasi dan kesiapan kode yang dihasilkan.
Hasil
Pengembangan UXE Codegen untuk Android berhasil memperluas kapabilitas design-to-code yang sebelumnya hanya mendukung platform web, kini mendukung juga Android berbasis Jetpack Compose.

Pratinjau Figma plugin UXE Codegen untuk Android
Dampak
Dampak bagi Perusahaan
- Mempercepat proses implementasi UI dari desain ke kode Android melalui pendekatan otomatisasi.
- Mengurangi ketergantungan pada proses implementasi manual dalam pengembangan UI dan meminimalkan risiko ketidaksesuaian antara desain dan hasil kode.
- Mendorong perluasan adopsi BLUE Android Design System secara lebih konsisten dan menyeluruh di seluruh ekosistem aplikasi.
- Menghemat waktu kerja developer karena berkurangnya proses implementasi manual, sehingga tim dapat lebih fokus pada pengembangan fitur dan kebutuhan bisnis lainnya.
Dampak bagi Pribadi
- Memahami lebih dalam proses transformasi dari desain Figma ke implementasi kode Android berbasis Jetpack Compose.
- Meningkatkan ownership dalam merancang solusi end-to-end untuk mempercepat adopsi design system.
- Memperdalam keahlian teknis dalam mengeksplorasi ekosistem tooling Figma, termasuk arsitektur dan kapabilitas Figma Plugin API untuk otomatisasi desain.
- Memahami proses integrasi AI API sekaligus menguasai teknik prompt engineering untuk memastikan output kode lebih rapi, konsisten, dan minim redundansi.
